TIPS KETIKA ANAK BATUK PILEK

​Akhir-akhir ini saya perhatikan banyak sekali para ibu yang anaknya sakit batuk pilek demam. Gangguan kesehatan ini kerap terjadi pada bayi yang di musim sekarang ini. Cuaca memang lagi tidak menentu, kadang hujan, kadang cerah, kadang dingin, kadang gerah. Ya cuaca tidak bisa diprediksi secara akurat. Memang kondisi alam sekarang seperti ini. 
Kebetulan audrey juga sedang batuk pilek sekarang, kemaren-kemaren sempet juga demam cuma beberapa hari saja.
Nah sekarang aku mau share gimana sih caranya mengatasi bayi yang sedang batuk pilek demam?????
Dimulai dari pilek.

Jadi ketika pilek biasanya bayi akan rewel dari biasanya, tapi tergantung juga sih pileknya gimana. kalo pileknya hanya meler dan sedikit lendir yang keluar biasanya sih bayi ga rewel (audrey gitu). Tapi kalo idungnya mampet dan lendirnya banyak biasanya bayi rewel karena tidak nyaman. Atau ketika bayi akan influenza pun bayi rewel juga hehehe (ya gitu bayi kalo tidak nyaman ya rewel, berharap tangan ibu/pengasuhnya bisa meredakan ketidaknyamanan nya). 
Ketika pilek treatment yang aku lakukan ke audrey adalah memperbanyak cairan. Jika masih ASI aku perbanyak frekuensi menyusuinya, sementara jika sudah MPASI bisa diberi minum air putih sebanyak mungkin perhari, kemudian aku oleskan transpulmin bb balsam di dada, leher, dan punggung bayi agar bayi merasa hangat. Ketika bayi pilek kuncinya bantu anak agar daya tahan tubuhnya kuat. Pilek disebabkan oleh virus, biasanya jika disebabkan oleh virus penyakit akan hilang sendiri. Kurang lebih selama 3 minggu.

Jika hidungnya mampet aku tetesi hidung anaku dengan breathy (apa itu breathy? nanti akan aku post di tulisan lain yaa) kemudian di bantalnya aku tetesi juga pure baby decongenstant oil.
Biasanya jika sebelumnya tidak ada batuk lama-lama bayi yang pilek ini akan batuk berdahak. jangan khawatir jika anak batuk berdahak. Menurut pengalamanku dan ilmu dari dokter, jadi batuk itu sebenernya reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan dahak/lendir, dari batuk bisa sampe muntah juga. Jika tidak batuk/muntah kadang lendir tersebut keluar bersama feses. Yang harus diperhatikan jika batuknya kering tanpa dahak. Ketika anak batuk berdahak dan pilek, yang harus di atasi ya lendirny harus keluar bukan batuknya. Kalo audrey udah mulai lama batuk pileknya aku bawa anak aku ke dokter. Dokter memberikan obat racikan berupa obat sirup cair, untuk isinya aku kurang tau. Lupa mau tanya dokter kemaren,heeheee.
Yang ketiga demam.

Demam adalah proses pertahanan tubuh bayi melawan kuman penyakit. Kuman penyakit akan mati jika suhu badan bertambah. Ukur dulu suhu tubuhnya dengan termometer. Jika suhunya >38°C baru kita berikan obat penurun panas (audrey pakai sanmol drops). Kalo masih 37°C audrey diberikan ASI sebanyak mungkin. Ketika bayi demam, kompres badannya dengan air hangat dan jangan mengenakan pakaian yang tebal agar suhu badannya normal kembali dan hal ini untuk menghindari step pada bayi.
Terakhir diare. Untuk diare audrey hanya memperbanyak asupan cairan dan makanan untuk menghindari dehidrasi. Pada saat terjadi masalah pencernaan tersebut dokter memberikan suplemen bernama L-Bio, kurang lebih 3 hari masalah pencernaan nya kembali normal.

Iklan

ANEKA MENU MPASI

Sekarang aku akan share menu-menu MPASI homemade yang pernah aku buat untuk Audrey. Sengaja aku post menu-menu ini, karena sempet ngerasain yang namanya bingung “besok bikin apa ya?”, jadi sebagai referensi aja sih.hehe

Ini dia menu-menu yang pernah aku buat. Dan cara memasaknya semua bahan aku kukus kemudian blender. 

Keep on for reading…

1. Pure Wortel+Kentang 

Ini menu paling simple, aku kasih makan ini ketika Audrey berumur 6 bulan. Bahan-bahan ini mudah ditemukan di abang-abang tukang sayur keliling.

Bahan-bahan

1. 1 buah wortel

2. 1 buah kentang

Cara membuatnya:

1. Kukus wortel dan kentang kurang lebih 20 menit

2. Angkat dan blender dengan menggunakan sedikit air hingga halus.

3. Saring kembali (kalo ga disaring juga ga apa-apa sih, tapi aku sengaja saring karena khawatir masih ada butiran wortel atau kentang yang belum terpotong sempurna.

4. Sajikan deh.

2. Pure Wortel+Kentang+Labu Siam 

Step nya sih sama saja dengan menu di atas tapi tinggal menambahkan labu siam baby saja sebanyak 1 buah.

3. Kentang+Terong+Ikan Tuna

4. Kentang+Alpukat

5. Kentang+Bayam+Wortel

6. Kentang+Brokoli+Bawang Merah

7. Nasi putih+Wortel+Ati ayam+Brokoli+Bawang Merah 

Nah untuk menu ini, aku menggunakan 3 sendok makan nasi terus aku rebus bersama parutan ati, wortel, dan masukan brokoli serta bawang merah. Setelah matang, blender dan saring.

8. Kentang+Buncis+Wortel+Sausin

9. Pure Ubi

10.Pure Pepaya

11. Pure Semangka

12. Pure Apel

13. Jeruk Baby

14. Pure Alpukat

15. Pure Mangga

16. Pure Buah Naga

17. Pure Pisang 

Itu menu-menu Audrey, dan akan terus di update disini, ketika Audrey nyoba menu baru.

See on my instagram @pratamarinda 


AUDREY MILESTONE (USIA 6-9 BULAN)

Pada saat aku nulis post ini usia Audrey 9 bulan. Di periode usia 6-9 bulan ini perkembangannya cepat dan membuat aku sebagai seorang ibu takjub.

Usia 6 bulan Audrey sudah mulai diberikan MPASI. Menjelang Audrey makan berasa mau ada acara apa aja ibunya. Cari-cari menu, beli alat-alat seperti panci, saringan, slow cooker, blender baru, karena udah niat pengen ngasih makanan homemade. Seru dan seneng juga ternyata ngasih makan anak, apalagj Audrey bisa dibilang makannya lahap.

Audrey semakin aktif, dia sudah mulai bisa duduk sendiri, merangkak dan pada saat aku nulis pos ini Audrey sedang dalam perkembangan berdiri sendiri sambil megang ke kursi, meja kadang ke tembok. Dari usia 6 bulan saat mandi Audrey lebih senang berdiri, tapi sekarang di usia 9 bulan dia sudah mulai mau mandi dalam posisi duduk.

Audrey semakin cerewet, sudah mulai bereksperimen dengan suara-suara. Makin sibuk dengan meraih apa saja yang menurut dia menarik di manapun itu. Tanganya mulai sering memasukan apapun yang dipegangnya ke mulut. Maka harus ekstra hati-hati, ga bisa lepas dari pengawasan. Kalo aku sih dibiarin dia bebas, asal aku tetap mengawasinya.

Audrey terbilang anak yang cepat tanggap. Ketika aku mengajarinya minum dengan silly cup, beberapa jam kemudian dia sudah bisa minum sendiri. Begitupun dengan ekspresi. Maka dari itu aku menjaga Audrey dari lingkungan maupun situasi yang tidak menyenangkan. Aku berharap Audrey jadi anak yang ceria.

Audrey pun sudah mulai berjoget-joget ketika mendengar musik. dari usia 7 bulan tangganya sudah mulai menari-nari “nong ning nong ning nong”.

Untuk masalah kulitnya, setelah aku perhatikan Audrey tampaknya selama ini bukan alergu tapi biang keringat, dia sensitif dengan keringatnya sendiri. Ketika muncul kemerahan aku pakaikan baby cream zwitsal extra care dan zwitsal powder extra care, dalam 3hari kulitnya kembali mulus. Kenapa ga dari dulu ya aku nemu formula ini,hehe. Mungkin ini cara Alloh agar aku banyak belajar dulu. Jadi sekarang setiap sehabis mandi rutin aku olesi dengan zwitsal cream dan bedaknya sebagai pencegahan.

Sekarang Audrey lagi batuk pilek, aku tidak memberikannya obat. Aku hanya memberikan anaku ASI yang banyak, makan bergizi dan minum air putih. Karena aku pernah baca, kalo virus itu bisa hilang sendiri jika daya tahan tubuh kita kuat.

Semoga cepat sembuh ya sayangnya mama.

I love you, my little girl.

AUDREY MILESTONE (USIA 4-6 BULAN)

Waktu tak terasa bergulir dengan cepat. Bayiku yang sebelumnya ada di kandunganku, selama 9 bulan aku bawa kemana-mana sekarang sudah mulai tumbuh berkembang di luar diriku. 

Di usianya sekarang, aku mau share tentang masalah kulitnya yang masih sensitif, tapi kuncinya adalah pelembab. Kulit bayi harus selalu lembab jadi ketika ada alergen tidak langsung menempel pada kulit. Banyak produk kosmetik bayi di rumahku karena emaknya keracunan produk bayi gara-gara rajin baca pengalaman orang lain. Produk yang cocok di satu bayi belum tentu cocok di bayi lainnya. Kalau aku rajin menggunakan zwitsal extra care tutup ungu setiap sehabis mandi.

Sementara di usia 4 bulan tortikolis Audrey sudah mulai mengecil benjolannya dan dokter spesialis rehab medik pun sudah tidak menyarankan lagi untuk di ultrasound, cukup latihan di rumah. Alhamdullilah usaha dan kesabaranku membuahkan hasil, aku lihat pun perkembangan motorik Audrey tidak ada masalah, badannya tumbuh besar, dan berkembang normal sesuai usianya berikut Audrey masih full ASI. Audrey semakin lincah dan aktif.

Usia  ini Audrey sudah mulai bisa membalas senyuman orang lain, tengkurap dan mengeluarkan suara mamamamamama, tertawa dan mulai ingin duduk. Dari usia 5 bulan Audrey sudah mulai menunjukkan “maunya sama mama”. Makin lengket sama mama tapi ini hal yang normal jika bayi lebih nempel sama pengasuhnya.

Gimana ga nempel setiap hari dari bangun tidur sampe tidur aku bawa Audrey kemana-mana. Ketika aku mandi, aku simpen Audrey di stroller, ketika aku masak aku gendong Audrey. Kebetulan orang tuaku keduanya kerja jadi dari pagi hingga sore di rumah hanya aku sendiri, sementara suami kerja di Jakarta dan jauh hehehe

Mengenai bayi yang makin nempel sama mama tentunya banyak yang pro kontra juga. Ada yang bilang karena sering berdua sama mama (lah emang aku harus ngundang berapa banyak orang ke rumah). Ada yang bilang karena dibawa-bawa terus sama mamanya (ya kalo dibawa-bawa aku lebih tenang dan ga mau repotin orang lain selama aku masih bisa). Padahal memang sudah fasenya bayi lebih dekat dengan pengasuhnya. 

Bahagia bisa selalu mendampingi dan menjadi orang pertama yang melihat perkembangan Audrey. 

AUDREY MILESTONE (Perkembangan bayi di trimester 4 a.k 1-3 bulan)

Meskipun udah agak telat banget sebenernya buat share tentang perkembangan anakku Audrey ketika berusia 1-3 bulan lalu, tapi ga ada salahnya ya, sengaja aku tulis biar suatu saat Audrey bisa baca dan sebagai pelajaran buat aku pribadi ketika nanti aku punya anak kedua, hehe.

Setelah melalui fase transisi dari perempuan yang hanya seorang istri menjadi seorang ibu dan istri ternyata gampang-gampang susah. Kaget, stress juga pernah, bingung, segala rasa campur aduk, tapi tetep sangat bahagia luar biasa. Biasanya melewati hari-hari di rumah sendiri, sekarang ada putri cantik nemenin mamah. Thanks God for the gift.

Di awal-awal lahir setelah pulang dari tempat bersalin Audrey tidurnya nyenyak bisa dibilang seringnya tidur, bangun nangis bentar terus tidur lagi. Nangis nya karena basah, dan menyusu pun harus pake acara gelitik kakinya dulu biar nangis dan mau menyusu. Tapi cuma berlangsung selama 3 hari aja sih, selanjutnya dia lebih mudah terbangun. Di usia ini anakku masih sering terbangun di malam hari, karena lapar dan popoknya basah. Selama 1 bulan pertama aku mengurus bayi sendiri dimulai dari memandikan, mengganti popok, ditambah nyuci-nyuci ompolnya pun aku lakuin sendiri. Awalnya sempet kecapean dengan rutinitas pekerjaan rumah tapi lama-lama terbiasa juga, pengenya cuma sama Audrey aja ga mau ngerjain kerjaan rumah.

Tepat di usia 3 minggu kulit Audrey bermasalah, jadi di kepalanya seperti ada kerak kepala bagian muka dan badan bintik-bintik kasian banget liatnya, dia jadi agak rewel dan sering garuk-garuk mukanya. Berbagai omongan dari kanan dan kiri bikin ibunya tambah kepikiran. Sediiiiih banget waktu itu liatnya. Hingga akhirnya suamiku menelpon DSA dan memberikan resep salep betasin dan mandi pake lactacyd liquid baby. Pada awalnya belum aku pakein itu salep karena aku masih kasian masih bayi sudah harus menggunakan salep, kecuali lactacyd baby masih aku gunakan karen itu memang sabun cair yang dilarutkan ke bak mandi bayi. Pada waktu itu aku obatin ruamny dengan bedak, kadang pake minyak kelapa, pernah pake baby oil juga, terus pake tepung kanji. Ternyata menggunakan itu semua yang ada kulit Audrey makin parah, memerahnya makin menyebar. Jadi di usia 1 bulan sekalian imunisasi aku konsul ke DSA lagi, kata DSA yang satu ini masalahnya dari keringat, sementara DSA pertama bilang Audrey alergi turunan. Entah mana yang benar akhirnya aku oleskan deh itu salep betasin dan ternyata emang ampuh dalam sehari kulitnya kembali bersih mulus. Akan tetapi kemulusan kulit Audrey hanya bertahan beberapa waktu saja, dan kulitnya kembali memerah dab begitu seterusnya. Dulu aku belum tau kalo betasin itu ternyata steroid, nanti untuk jelasnya aku akan bahas mengenai steroid ini di tulisanku yang lain ya.

Berbagai macam produk sudah aku coba mulai dari ezzera cream, mustela stelatopia emmolient cream, pure baby, zwitsal, cussons, seger snow, VCO tapi tetep aja kulitnya mudah ruam. Aku sempet mengira anak aku punya bakat alergi, karena kebetulan aku memiliki riwayat asma dan suamiku pun alergi makanan. Ya sudah aku terimakan saja keadaannya.

Selain itu pada usia 2 bulan Audrey sudah mulai bisa tersenyum, ketika di posisi tengkurep pun kepalanya sudah mulai mengangkat-angkat. Dia semakin lincah. Dari usia 1 bulan pola tidurnya sudah mulai teratur, malam hari sudah mulai jarang terbangun. 

Di trimester 4 ini ada yang bikin khawatir lagi dan bikin emaknya down banget. Jadi, ketika usia Audrey 2 minggu, aku melihat benjolan di leher sebelah kiri. Awalnya aku mengabaikannya, tapi karena penasaran aku baca-baca artikel ternyata kondisi yang di alami Audrey adalah tortikolis. Tortikolis adalah penggumpalan otot leher bayi penyebabnya bisa karena persalinan yang lama, ataupun dokter yang menariknya terlalu kencang. Memang sih ada beberapa artikel yang menyebutkan hal ini biada terjadi pada bayi baru lahir dan akan hilang seiring bertambahnya usia, tapi tetep aja sebagai seorang ibu merasa tidak tenang, daripada aku menyesal nantinya akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke DSA di RSIA Limijati Bandung, sebelumnya dilakukan USG terlebih dahulu, dan hasil USG mengatakan kalau Audrey tidak tortikolis tetapi memang ada pembesaran kelenjar. Namun entah kenapa hati aku masih tidak tenang. Kemudian ke DSA dan hasilnya Audrey memang tortikolis dan dibutuhkan terapi khusus. 

Kemudian kami (papah Audrey, aku dan Audrey) dirujuk ke Dokter spesialis rehab medik dan diberikan terapi rutin berupa latihan-latihan seperti cara menggendong, stretching dan terapi hangat. Latihan tersebut bisa dilakukan di rumah, dan rutin dipanasi menggunakan mesin ultrasound (karena tidak punya alatnya jadi ini mesti datang ke dokternya,hehe).  Sementara di rumah sebagai gantinya bisa menggunakan handuk hangat kemudian di kompres.

Awalnya aku kontrol 1 minggu 3x, tapi semakin lama 1 minggu 1x dan akhirnya 1 bulan sekali, tapi sebenernya latihan di rumah yang paling penting. Menurut dokternya jika terapi dilakukan sebelum usia 6 bulan maka besar kemungkinan untuk memanjangkan kembali otot yang menggumpal. Kenapa 6 bulan? karena usia 6 bulan ke atas bayi sudah mulai mobile dan yang pasti sudah mulai susah untuk di terapi. Aku pernah baca perjuangan seorang ibu yang memiliki bayi tortikolis dan baru terdeteksi pada usia 8 bulan, tapi akhirnya bisa sembuh dengan rutin menjalankan terapi.

Sebagai ibu baru tentunya ini menjadi ujian yang sangat berat awalnya, tapi lama-lama terbiasa juga. Setiap hari aku rajin terapi Audrey, senam ke kanan dan ke kiri. Aku tidak mau menyesal nantinya kalo aku membiarkan Audrey, demi masa depan Audrey.

Semoga suatu saat Audrey baca tulisan mama dan Audrey tahu kalo Audrey benar-benar berharga untuk mama.

I Love You Audrey

ALL ABOUT ASI

Welcome back to my blog….

Pada postingan sekarang ini, aku mau share tentang dunia per-ASI-an sesuai pengetahuanku dan pengalamanku sebagai pejuang ASI.

Let’s begin….

ASI yang dikenal dengan Air Susu Ibu merupakan anugerah Sang Maha Kuasa, sudah menjadi hak para bayi yang baru lahir untuk disusui karena banyak sekali manfaatnya jika kita menyusui entah itu untuk bayi ataupun untuk ibu. Dengan menyusui maka akan membantu sang ibu untuk mempercepat pemulihan pasca melahirkan. Jadi jangan heran jika di awal-awal menyusui dan setelah melahirkan kita merasakan perut mulas seperti ketika sedang menstruasi itu pertanda bahwa rahim kita sedang mengecil. Kadang kita merasakan badan meriang. 

Waktu itu setelah melahirkan sempet ragu juga, apakah ASI ku keluar??? Aku meminta seorang bidan untuk memeriksa apakah ASI ku keluar atau tidak. Ternyata keluar sewaktu bidan memeriksanya.

Memang sih warnanya tidak seperti susu dan masih bening. Sempet kaget ko cuma segitu??? Ditambah lagi pas 3 hari pertama bayiku tidak mau menyusu kerjaannya hanya tidur. Jangan khawatir jika bunda-bunda semua mengalami posisi seperti itu dan jangan terburu buru untuk memberikan susu formula.

Jadi di awal setelah melahirkan ASI kita yang keluar memang sedikir, apalagi di awal-awal kita mengeluarkan kolostrum yang berguna sebagai daya tahan tubuh bayi, cairan ini memang tidak banyak. Hanya satu sendok saja, mengingat kapasitas lambung bayi pada waktu itu hanya sebesar biji kelereng. Banyak diantara ibu ibu yang mengeluhkan bahwa ASI yang keluar sedikit dan memberi susu formula dikarenakan takut bayi lapar padahal selama 3 hari bayi masih mempunyai cadangan makanan di perutnya yang dibawa sejak masih dalam kandungan. Itulah mengapa di awal-awal poop bayi berwarna hitam.

ASI akan keluar banyak jika kita sering menyusui, dan biasanya 1 minggu setelah melahirkan ASI keluar deras. Produksi ASI meningkat sesuai kebutuhan bayi. Jadi ga perlu khawatir dengan ASI yang terlihat sedikit. ASI di produksi sesuai permintaan. ASI berhenti diproduksi jika kita berhenti menyusui.

Semakin bertambah usia bayi, kebutuhan akan ASI semakin bertambah pula, ditandai dengan sering lapar dan haus. Ikuti saja indikator tersebut, hal tersebut juga membantu untuk produksi ASI.

Jika kita bertekad untuk memberikan ASI ekslusif untuk bayi kita pasti bisa ko, entah itu ibu pekerja ataupun ibu rumah tangga semuanya pasti bisa. Ingatlah ASI adalah hak anak, dan anak adalah titipan. Jadi sayangilah titipan kita salah satunya dengan cara memberikan haknya.

Audrey, I LOVE YOU

Seperti yang banyak orang bilang, punya anak itu bikin hati gembira dan ternyata itu bener banget. Menjadi seorang ibu itu luar biasa nikmatnya. Meskipun ga bohong sih, fisik memang terasa cape tapi liat tingkah bayi bikin hati seneng, ga dirasa itu cape.

Sekitar bulan Juni tahun 2015, pada waktu itu aku masih kerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Kebetulan pada waktu itu bulan ramadhan. Pada jam istirahat kerja, aku ikut temen2ku yang kebetulan tidak berpuasa untuk makan siang. Kebetulan gedung kantorku itu deket banget dengan mall central park. Jadilah aku ikut temen-temenku makan siang disana.

Ga tau kenapa setelah sampe di tempat makan, rasanya ko aku tiba-tiba pengen testpack. Secara aku udah ampir 1 bulan lebih belum menstruasi. Ya penasaran aja, ketika temenku makan aku pergi ke century dan beli testpack. Terus langsung ke toilet untuk ngilangin penasaranku.

Hasilnya taraaaaaaa 2 garis merah. Horeeeeee aku positif, alhamdulillah. Bersyukur banget di bulan penuh berkah, perutku dikaruniai hadiah terindah setelah hampir 2 tahun menanti kedatangan seorang anak. Alhamdulillah.

Aku kembali ke tempat makan di mana temen-temenku berkumpul dengan ekspresi yang cerah, bahagia, hati penuh syukur. 

Ga sabar pengen segera ngasih tau suami, akhirnya aku kirim foto testpack  sama suami, beberapa waktu suamiku ga ada kabar. Terus suami aku tlp, dan seneng deh denger ekspresi suamiku (suaranya sih yang kedenger bahagia, ga tau ekspresi mukanya gimana,hhehe)

Kebetulan waktu itu di kantorku ada acara buka bersama, begitupun suamiku di kantornya ada acara. Sehingga aku harus pulang malem, karena mungkin aku lagi hamil, suamiku minta izin pulang cepat untuk menjemputku. Pada saat itu kebetulan kita berencana untuk ke Bandung, ke rumah mertuaku.

Keesokan harinya, untuk menguji hasil testpack akurat atau tidak akhirnya kita memutuskan pergi ke rumah sakit hermina di pasteur. Aku lupa nama dokter kandunganku waktu itu. Setelah diperiksa ternyata emang aku hamil 5 minggu. Duh senengnya, being a new mom is miracle.

Karena tidak puas dengan jawaban DSOG dihermina, akhirnya setelah di jakarta. Aku periksa kandungan lagi ke RS Harapan Kita, waktu itu ditangani Dr.Gde. Nah disini ada kabar menggembirakan lagi, aku hamil kembar. Cuma waktu itu emang sih yang satu lagi lemah, kemungkinan ga berkembang.

Menjelang lebaran, aku mudik ke rumah orang tuaku di Garut. Ketika suasana sedang dipenuhi suara takbir, pada malam.keesokan idul fitri papapku jatuh sakit, dan itu membuat aku harus ke rumah sakit, dengan kondisi mual dan pusing-pusing.

Khawatir akan kandunganku, sebelum ke jakarta aku periksa kandungan dulu dengan Dr.Dadan di Garut, dan kabarnya ternyata aku tidak hamil.kembar, hasil USG sebelumnya, itu adalah rongga rahim yang belum terisi bukan kantung janin. Kecewa juga karena tidak jadi hamil kembar. Tapi bersyukur 1 janin tumbuh berkembang dengan baik. Alhamdulillah.

Dua hari setelah kembali lagi ke Jakarta, aku merasakan yang namanya mual hebat, tiap makan muntah, mual terus, pusing, lemes. Ga bisa ngapa-ngapain aku di rumah, cuma telentang tidur saking pusingnya. Waktu itu aku ga kuat sama obat nyamuk yang dipasang suamiku tapi aku ga ngeh waktu itu karena obat nyamuk, hhehe.

Mual-mual hebat berlangsung 3 hari di usia kehamilanku 8 minggu. By the way, penasaran dengan hasil USG terakhir kalo aku ternyata tidak hamil kembar, akhirnya aku kembali ke Dr.Gde yang memberikan statement aku hamil kembar sekalian periksa kondisi aku yang lemah.

Finally, hasil USG memperlihatkan kantung janin aku hanya ada satu. Dan sudahlah hilang penasaranku. Inilah awal aku harus menjalani long distance relationship dengan suamiku. But, it’s OK karena itu memang pilihanku.

Menjalani kehamilan dari bulan ke bulan, sungguh luar biasa nikmat dan indahnya. Perlu diketahui, di usia 3 bulan mual-mual parah itu hilang sendiri, berganti dengan nafsu makan menjadi jadi,hehe. Setelah aku baca-baca dari situs orang lain, ternyata itu normal. Usia kandungan 2 bulan itu memang lagi masa masanya mual parah. Tapi nanti hilang sendiri ko. Konsumsi air putih sebanyak mungkin, makan teratur.

Tak terasa kehamilanku menginjak usia 9 bulan, dan saatnya menunggu kelahiran. Fyi, menentukan HPL dan umur janin lebih baik berdasarkan hari pertama menstruasi. Dan menurut DSOG ku pun lebih akurat, karena hasil USG itu perhitungan salah 0,1 cm aja hasilnya bisa berbeda.

Pada tanggal 23 februari tepat ketika usia kandunganku 9 bulan, aku bersama suami jalan kaki lumayan jauh. Karena katanya banyak jalan-jalan akan mempermudah dan mempercepat proses persalinan. 

Keesokan harinya tgl 24 februari 2016 aku mengalami diare yang bercampur darah, aku kira itu flek, tanda mau mrlahirkan ternyata setelah periksa ke dsog aku hanya diare biasa dari makanan. Kebetulan waktu itu jadwalnya aku kontrol ke dsog. Padahal pada siang harinya aku udah siap-siap mau ke rumah sakit layaknya ibu mau melahirkan, tapi aku tidak merasakan mulas. Ternyata aku hanya diare,hehe

Tanggal 25 februari 2016, pukul 23.00 badanku terasa panas, dan aku merasakan mulas. Setelah ke kamar mandi dilihat ternyata ada flek darah. Pada pukul 01.00 aku ke rumah sakit, setelah di periksa ternyata aku sudah pembukaan 1, tapi aku masih dibolehkan untuk pulang dan menunggu di rumah. Akhirnya aku pulang. Tiap jamnya aku merasakan mulas yang makin kuat, kata ibuku kalo pengen cepet harus nungging, aku ikut saran ibuku dan ternyata benar, mulas makin terasa kuat,hehe

Pukul 10.00 tanggal 26 Februari 2016 aku pergi ke rumah sakit, karena sudah terasa mulas 5 menit sekali. Setelah diperiksa sudah pembukaan 4 dan aku disuruh menunggu. Pinggang terasa sakit sekali, pada waktu itu kebetulan suami dan ibuku menemaniku sambil gantian mengusap usap pinggang aku. Pada pukul 12.00 suamiku pergi jumatan, aku masih pembukaan 7 waktu itu.

Sekitar pukul 13.00 aku udah ngerasa ga kuat lagi, buat yang nanya gimana rasanya, terasa sakit pinggang serasa di iris-iris. Kata orang lain sih mules seperti menstruasi tapi alhamdulillah aku hanya ngerasain sakit, berasa remuk di pinggang dan enaknya di usap-usap. Terasa ko bayi mendorong keluar.

Sekitar pukul 13.15 dokter datang, dan membantu proses persalinanku. Dokter dan 3 bidan membantuku untuk melahirkan. Berasa sekali perjuangan menjadi seorang ibu, segala sakit ga dirasa karena ingin segera berjumpa dengan bidadari kecil yang 9 bulan ada di rahimku. Perutku di tekan-tekan dan akhirnya pukul 13.35 lahirlah putri kecilku, berjenis kelamin perempuan berat 3kg, dan tinggi 150cm, segala sakit dan lelah semuanya hilang setelah mendengar tangis pertama bayi kecilku. Syukur tiada terhingga dengan kelahiran anak ku.

Bayi segera dibawa untuk dibersihkan, dan aku masih ditangani dokter untuk dibersihkan dan dijahit. Hal yang aku takutin sebelum melahirkan, tapi ternyata dijahit itu tidak terasa karena di bius lokal. Jadi ya tidak terasa dan semua sakit akan melahirkan pun hilang semua, beneran hilang serasa plong gitu. Sambil dijahit-jahit dokter kandungan, datanglah dokter anak membawa bayiku, dan dia menaruh bayiku di dadaku untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Subhanalloh, pertama kalinya aku melihat makhluk kecil di dunia ini setelah 9 bulan aku bawa-bawa bayiku di kandungan. Dia menatapku, kedipannya lucu dan bayiku tidak menangis. Namun kami dipertemukan hanya sebentar karena aku harus istirahat, bayiku dibawa keluar kembali dan suamiku mengadzani bayiku.

Keluarga berdatangan menjenguk, ke ruang bersalin. Alhamdulillah.

Setelah semuanya selesai badanku terasa menggigil, mungkin karena suhu tubuhku kembali normal, karena sebelumnya suhu tubuhku meningkat karena aku berbadan dua. Bidan memberiku obat dan efeknya cepat ko membuat badan kita hangat kembali.

Setelah itu aku dibawa ke ruang rawat, dan sore sekitar pukul 17.00 bayiku di bawa ke ruangan juga. Akhirnya kita bersama putri kecilku. Mungkin karena biusnya habis, baru deh terasa perihnya luka jahitan. Periiiiihnya mantap sekali. Sehingga aku belum bisa bener-bener mengurus bayiku, tapi alhamdulillahnya aku bisa menyusui, memberikan asi pertamaku yang katanya kolostrum baik untuk kekebalan tubuh bayi. Meskipun hanya beberapa ml. Untuk serba-serbi menyusui akan aku share di postingan lain.

Aku menginap sehari di rumah sakit, aku ga bisa tidur karena terus melihat si kecil. Penuh syukur, bahagia banget melihatnya. Keesokan harinya aku diperbolehkan pulang oleh dokter. Yeee, I officially being a MOM. 

Kami memberi nama putri kami Audrey Ghaniyyah, anak perempuan tangguh yang penuh syukur dan banyak rizkinya. 

…………………………………

Notes:

Tips akan melahirkan:

  • Keluar flek (kalau misalkan belum keluar flek itu berarti biasanya masih jauh). 
  • Terasa mulas yang teratur. Setelah 5 menit sekali lebih baik kita menunggu di tempat dimana kita berencana melahirkan. Banyak new mom yang belum tau mulas 5 menit sekali itu bagaimana. Tandanya begini, misalkan sekarang pukul 11.55 nah di pukul 12.00 kita merasakan mulas sekitar 30 detik kemudian rasa mulas itu hilang, dan pukul 12.05 kita merasakan mulas lagi. Rasa mulas ini terus meningkat hingga 3 menit sekali dan semakin kuat.
  • Pecah ketuban, kalo aku waktu itu dipecahin setelah pembukaan lengkap.
  • Untuk mempercepat proses pembukaan disarankan tidur miring kanan atau kiri, ingin lebih cepat lagi nungging
  • Pembukaan 10 adalah pembukaan lengkap. Apa itu pembukaan 1-10, pembukaan itu adalah jalan lahir yang membuka seluas 1-10cm, tapi biasanya sih ini relatif karena tangan yang memeriksa beda-beda.
  • Mengejanlah saat pembukaan lengkap dan saat terasa mulas. Karena pada saat mulas bayi itu mendorong keluar.
  • Berdoa jangan teriak-teriak. Karena suasana hati yang santai biasanya memperlancar proses persalinan.

Itu tips dari aku semoga bermanfaat ya.